Darussaadah

Ngaji

Doa dan Amalan Bulan Rajab

Rajab adalah bulan ke-7 penanggalan Hijriyah atau Qomariyah, termasuk bulan yang agung sebagaimana keterangan para Ulama.

KEISTIMEWAAN BULAN RAJAB
Ibadah pada bulan Rajab termasuk ibadah yang agung, terutama puasa, memperbanyak istighfar dan memohon taubat atas kesalahan-kesalahan.

Saat memasuki malam bulan Rajab adalah salah satu waktu dimana doa mudah dikabulkan, oleh sebab itu kita dianjurkan berdoa ketika datang bulan Rajab.

Dari As-Suyuthi dalam kitab Jami’-nya, bahwa Nabi SAW bersabda:

Ada 5 malam dimana doa tidak akan ditolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), malam Jum’at, malam Idulfitri, dan malam hari Nahr.

– Muhammad SAW.

AMALAN BULAN RAJAB
Berikut ini adalah amalan-amalan di bulan Rajab:

  • Berdoa sebagaimana Nabi Muhammad SAW:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fi rojaba, wa sya’bana, wa ballighna romadlona.

  • Membaca istighfar pagi dan sore hari, setiap usai membaca istighfar lalu berdoa:

7x اللهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ

Allahummaghfir li warhamni watub `alayya. 7x

Faidah: Api neraka tidak akan menyentuh kulit orang yang membaca doa tersebut.

  • Membaca doa sebagaimana dalam kitab Al-Ghunyah karya Syeh Abdul Qadir Jailani:

إِلَهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ، وَقَصَدَكَ الْقَاصِدُوْنَ، وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ؛ وَلَكَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ، وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ، وَهَا أَنَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إلَيْكَ، الْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَا مَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

  • Berpuasa Sunah:

Asysyaikh al Imam Hibatullah dengan sanadnya, dari Maimun bin Mahran dengan sanadnya dari Abu Dzarr radhiyallaahu anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda :

“Barang siapa berpuasa pada awal bulan Rajab maka membandingi puasa satu bulan. Barang siapa berpuasa tujuh hari, maka ditutup darinya pintu jahannam yang tujuh. Barang siapa berpuasa delapan hari maka dibuka untuknya pintu syurga yang delapan. Barang siapa berpuasa sepuluh hari maka Allah mengganti kejelekan orang tsb dengan kebaikan. Barang siapa berpuasa delapanbelas hari maka ada penyeru yang memanggil dari langit, kamu telah diampuni, makanya mulailah beramal”

Artikel Terkait

Berikan Komentar

Lihat Juga
Close
Back to top button